Lontong Cap Go Meh Telur Petis Surabaya

Resep telur petis pelengkap lontong Cap Go Meh
lontong cap gomeh surabaya pinit View Gallery 2 photos

Lontong Cap Go Meh adalah salah satu hidangan akulturasi budaya Tiong Hoa dengan budaya Jawa. Yakni lontong yang dihidangkan bersama opor ayam, sayur santan, telur pindang/petis, bubuk koya, sambal, dan kerupuk. Hidangan Cap Go Meh disajikan dengan porsi yang cukup (besar) dengan aneka macam lauk yang disusun dalam satu piring. Hal ini bukan tanpa arti, loh.

Dalam kepercayaan masyarakat Tiongkok dan Jawa, menikmati hidangan dengan porsi yang cukup adalah sebagai bentuk rasa syukur. Hal ini tidak hanya berlaku saat perayaan Imlek saja, namun saat Lebaran, Natal, maupun Hari Raya lain, umumnya kita menghidangkan aneka makanan lezat dan berlimpah.

Apa itu Perayaan Cap Go Meh?

Cap Go Meh sendiri merupakan puncak dari rangkaian perayaan tahun baru Imlek yang juga sebagai Hari Raya bagi umat Konghucu. Dalam dialek Hokkien, Chap artinya sepuluh, Go artinya lima, dan Meh artinya malam. Sehingga dapat berarti sebagai malam ke-15, yang dimulai sejak awal tahun baru pada kalender China. Dalam penanggalan China yang menggunakan metode perhitungan bulan, maka pada malam ke-15, bentuk cahaya bulan sedang bulat sempurna atau yang sering kita sebut Purnama. Jadi, Cap Go Meh juga merupakan purnama pertama dalam kalender China.

Sejarah dan Makna Isian Lontong Cap Go Meh

Melansir dari Wikipedia.org, sejarah lontong cap go meh dimulai sejak abad ke-14. Saat itu, banyak para pendatang dari Tionghoa yang merantau di Nusantara. Mereka kebanyakan tinggal di wilayah pesisir utara pulau Jawa seperti Semarang, Pekalongan, juga Surabaya. Para imigran ini kemudian menikah dengan wanita Jawa sehingga perpaduan kebudayaan pun tercipta.

Selain melambangkan asimilasi atau semangat pembauran kedua budaya, hidangan lontong Cap Go Meh juga sarat akan makna, loh. Misalnya lontong, bentuknya yang memanjang dimaknai dengan usia yang panjang. Tekstur padat pada lontong juga dianggap kebalikan dari bubur yang encer. Dalam mitos Tiong Hoa, bubur dianggap sebagai makanan orang sakit, oleh sebab itu makan bubur saat Hari Raya dianggap akan mendatangkan kesialan. Meski demikian, hidangan ini hanya populer di Jawa ya Temans, khususnya kawasan Pecinan.

Meski sekilas tampilannya serupa dengan lontong sayur, namun dalam penyajian lontong Cap Go Meh umumnya disajikan secara komplit dan tetap mengandung unsur-unsur mitologi. Berikut beberapa isian lontong cap gomeh yang biasanya disajikan dalam seporsinya.

Isian Lontong Cap Go Meh dan Maknanya

Menambahkan kunyit dalam opor ayam akan menghasilkan warna kuah kuning (keemasan) yang mencerminkan harapan akan kekayaan. Sambal goreng kentang juga tak boleh ketinggalan. Dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri pun, sambal goreng kentang kerap menjadi hidangan wajib. Dalam mitologi Tionghoa menganggap bahwa warna merah pada sambal goreng kentang sebagai simbol kebahagiaan.

Sayur lodeh atau sayur kuah santan. Menurut beberapa artikel yang pernah saya baca, sayur lodeh biasanya menggunakan rebung sebagai bahan isian utama. Buat yang belum tahu, rebung adalah tunas pohon bambu ya Temans. Jika kesulitan mendapatkan bahan baku rebung, atau tidak suka dengan bahan yang satu ini, Temans bisa menggantinya dengan labu siam atau kacang panjang. Di daerah Jawa Timur untuk versi Idul Fitri, biasanya sayur lodeh untuk lontong Cap Go Meh ini berisikan irisan tempe/tahu dengan atau tanpa tambahan labu siam (labu jepang) dan kacang panjang.

Telur mewakili simbol akan keberuntungan. Telur pindang menjadikan sajian ini semakin istimewa karena memiliki tampilan warna yang lebih cantik serta rasa yang lebih sedap dari pada telur rebus biasa. Namun di Jawa Timur seperti di Malang dan Surabaya, biasanya menyajikan hidangan lontong cap gomeh dengan telur petis. Yakni, memasak telur yang sudah direbus dengan beberapa rempah, cabai rawit utuh, dan petis.

Sebagai pelengkap, beberapa ada yang menambahkan acar timun wortel atau sambal kelapa/sambal docan (bumbu kelapa untuk urap). Yang menjadikan hidangan ini lebih gurih maksimal adalah bubuk koya dari kacang kedelai. Dan yang terakhir adalah kerupuk juga sambal yang sangat identik dengan kebiasaan masyarakat Jawa.

Hmmm, gimana Temans, sudah mulai ngiler membayangkannya?

Tenang, kali ini saya mau berbagi resep telur petis yang akan membuat sajian lontong Cap Go Meh atau ketupat sayur Lebaran kalian menjadi lebih nikmat.

lontong cap gomeh surabaya pinit
0 Simpan

Lontong Cap Go Meh Telur Petis Surabaya

Level: Beginner Waktu Persiapan 20 mins Waktu memasak 25 mins Total waktu 45 mins
Porsi: 8

Deskripsi

Selain untuk sajian lontong Cap Go Meh, telur masak petis ini juga umum disajikan saat lebaran bagi umat muslim di Jawa Timur khususnya Surabaya, Malang, Pasuruan, dan sekitarnya.

Bahan-bahan

Bumbu halus:

Langkah-langkah memasak

Persiapan

  1. Rebus telur sampai matang sempurna agar mudah dikupas kulitnya.
  2. Sambil menunggu telur matang, siapkan bahan lain dan bumbu halus

Cara memasak

  1. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan bumbu rempah-rempah lainnya, petis, dan air/santan

    Untuk menemukan petis udang yang kualitasnya bagus, Anda bisa membelinya di sini: Shopee.

  2. Masukkan telur yang sudah dikupas dan cabai rawit utuh
  3. Masak dengan api kecil hingga air menyusut. Tambahkan gula dan garam dan lakukan tes rasa.
  4. Sajian telur petis siap dihidangkan untuk pelengkap lontong Cap Go Meh atau ketupat sayur saat Idul Fitri.
Keywords: lontong cap go meh, telur petis, telur pindang, sajian hari raya, ketupat sayur

Let's recook!

Sudah recook? Jangan lupa mention saya di Instagram @serawicaksono

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!