Pajeon – Pancake Daun Bawang ala Korea

savory korean pancake

여러분 안녕…

Pajeon Pancake Daun Bawang ala Korea – Pernah dengar Pajeon? Penonton setia drama Korea pasti hafal dong, ya. Pajeon adalah kudapan yang terbuat dari daun bawang (scallions/green onions) sebagai bahan utamanya, lalu ditambahkan adonan dari tepung terigu dan tepung beras ketan di atasnya yang berfungsi sebagai perekat. Kemudian ditambah juga kocokan telur di atasnya untuk menambah citarasa yang semakin rich.

Kudapan gorengan ini cukup populer di Korea selatan saat hujan tiba. Ya, semacam gorengan atau bala-bala gitu lah kalau di Indonesia mah.

Pa dalam bahasa Korea artinya adalah Daun Bawang, sedangkan Jeon artinya adonan yang dimasak dengan teknik pan-fried atau lebih umum disebut sebagai pancake.

Dalam literatur bahasa yang pernah saya baca, Jeon memiliki arti yang sama dengan Buchimgae, yaitu panekuk (Korea).  Namun keduanya dibedakan berdasarkan pada teknik memasaknya atau pencampuran adonannya.

Pada teknik Buchimgae, misalnya Kimchi Buchimgae, semua adonan dicampur jadi satu kemudian dituang bersamaan pada saat memasaknya. Sedangkan pada Jeon, atau Pajeon dimana bahan utamanya yaitu daun bawang ditata terlebih dahulu di atas pan kemudian disiram dengan adonan tepung yang cukup encer dan kocokan telur diatasnya. Hal ini juga berlaku pada Kimchi-Jeon, sependek yang saya tahu dan pernah lihat pada video Kimchi-Jeon by Maangchi.com.
Selain terdapat perbedaan pada tehnik memasaknya, Buchimgae memiliki tekstur yang lebih padat daripada Pajeon ini.

green onion pancake

Sejarah Pajeon

Konon, menurut sejarah yang saya tahu dari menonton sebuah tayangan di salah satu channel di kanal Youtube, Pajeon ini dulunya adalah makanan yang biasa dimakan pejabat pada jaman kerajaan Joseon, kira-kira setingkat gubernur gitu lah. Dan Pajeon yang paling populer adalah Haemul Pajeon, yaitu Pajeon dengan tambahan seafood.

Namun beberapa literatur juga menyebutkan bahwa Pajeon ini terinspirasi dari kemenangan rakyat Dongnae (kini disebut Busan) saat melawan tentara Jepang dengan aksi melemparkan daun bawang. Sehingga untuk merayakan kemenangan tersebut, rakyat Dongnae membuat panekuk dengan banyak daun bawang di dalamnya. Begitu.

Namun sayangnya sampai saat ini saya belum menemukan literatur sejarah asal-muasal yang sebenernya. Besok aku tanyain sama bebeb Lee Min-ho dulu ya chingu. Hihi.

Oke. Btw kali ini saya bikin yang versi vegetariannya ya, without any seafood. Tapi percayalah, tanpa seafood gini aja sekali makan saya bisa ngabisin dua pan lho pemirsah, hihi. Iya, saya suka kalap. Dan sepertinya juga sedang kelaparan.

And of course I liked it! So much! (^o^)
Aseli kalo ini mah! Apalagi kalau ditambahin seafood seperti udang atau cumi, pasti lebih masitah맛있다!

Ettapi kalau dipikir-pikir kudapan ini mirip sama martabak nggak sih? Martabak dengan Korean style (halah).

Cara Menikmati Pajeon

Di Korea sono, Pajeon ini umum dinikmati di saat turun hujan bersama dengan Makgeolli, yaitu minuman yang terbuat dari fermentasi beras yang sudah dikukus. Makgeolli adalah minuman tradisional Korea yang mengandung alkohol sekitar 6% – 8%.

dipping soy sauce untuk pajeon

Selain Makgeolli sebagai pasangan tepat kudapan ini, Pajeon atau Korean pancake pada umumnya dinikmati dengan cocolan dipping soy sauce (cho ganjang), yaitu campuran kecap asin dengan cuka, gula, irisan bombay, dan beberapa bahan optional seperti parutan jahe hingga gochugaru.

Tips Membuat Pajeon Lebih Krispi

Berdasarkan resep dari koreanbapsang.com, kekentalan adonan untuk pajeon ini harus lebih encer dari adonan western pancake, atau pancake yang umumnya kita tahu. Namun juga tak seencer adonan crepes. Tujuannya agar panekuk yang dihasilkan tidak terlalu tebal dan lebih krispi.

Penambahan es batu atau air es juga disebutkan dapat membuat pajeon atau buchimgae yang dihasilkan lebih renyah.  Termasuk juga menambahkan sedikit baking powder.

Resep Pajeon

Korean Scallions Pancake
Prep Time15 mins
Cook Time20 mins
Total Time35 mins
Course: Appetizer
Cuisine: Korean
Keyword: gorengan, makanan korea, rainy, street food
Servings: 6 porsi

Equipment

  • Baskom
  • Pan anti lengket
  • Sendok
  • Cup measurement

Ingredients 

  • 2 ikat daun bawang (scallions/green onion) - *bukan bawang pre ya. Siangi dan potong sesuai ukuran pan yang digunakan.
  • 1-2 cups irisan seafood - *optional
  • 2-3 butir telur - kocok lepas
  • 2 buah cabe hijau & merah besar - iris serong tipis
  • secukupnya minyak sayur dan minyak wijen

Adonan tepung (Batter)

  • cup tepung terigu serbaguna
  • 4 sdm tepung beras ketan
  • 4 sdm tepung maizena
  • 1 butir telur
  • sdt garam - *sesuai selera
  • 1-2 siung bawang putih - *dihaluskan/cincang halus
  • 1/2 sdt jahe parut - *optional
  • cup air es dengan es batu
  • 1/2 cup kuah kimchi dingin (bisa diganti air es) - *optional
  • sejumput baking powder - *optional

Instructions

  • Campur semua bahan adonan, aduk hingga menjadi adonan dengan kekentalan sedang.
  • Panaskan pan/teflon dengan api sedang agak kecil, jangan lupa beri sedikit minyak sayur agar adonan tidak lengket.
    Tata diatasnya: seafood, daun bawang, dan irisan cabe masing-masing Sebagian/secukupnya. Biarkan sebentar.
    Tuangi dengan adonan tepung hingga semua bahan saling menempel. Perciki dengan kocokan telur. Biarkan hingga bagian bawah agak kering.
    Tambahkan sedikit minyak wijen agar wangi.
    Balik pancake sambil ditekan-tekan agar adonan tepung menempel di pan dan mengulit.
    Lakukan hingga adonan habis.
    *Note:
    Untuk cara pertama ini, ukuran adonan yang dituang sesuai selera aja ya. Beberapa ada yang suka adonan tepung lebih banyak, dan beberapa hanya sedikit saja (tipis-tipis) agar lebih renyah. Hanya pastikan saja adonan yang dituang cukup untuk menempelkan daun bawang dan seafood, ya.

Other Method:

  • Campur seafood ke dalam adonan tepung lalu aduk hingga rata.
    Tuang adonan tepung yang sudah dicampur potongan seafood tersebut secukupnya pada pan/teflon, tambahkan daun bawang dan irisan cabe, lalu biarkan sebentar.
    Tuangi sedikit adonan lagi diatasnya, kemudian perciki kocokan telur. Tambahkan sedikit minyak wijen dan biarkan bagian bawah mengulit bagus.
    Balik pancake sambil ditekan-tekan agar adonan tepung menempel permukaan pan dan mengulit bagus. Lakukan hingga adonan habis.
    *Note:
    Untuk cara kedua ini, tentu saja adonan tepung lebih banyak ya. Kalo ditanya saya suka yang mana? Saya suka semuanya, hehe.

Notes

*Saya menggunakan pan berukuran 20 - 22 cm.
Untuk dipping saucenya, bisa mencampurkan soy sauce dan cuka dengan perbandingan 3:1. Tambahkan bawang bombai yang sudah dipotong kotak kecil. Tambahan optional: sedikit parutan jahe, gochugaru, irisan cabe hijau besar, sedikit minyak wijen, dan biji wijen sangrai.
Sudah mencoba resep ini?
Jangan lupa mention saya di IG @serawicaksono
 
 
Sera Wicaksono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Vote




error: Content is protected !!